Menulis Karya Ilmiah

Menulis Karya Ilmiah Selangkah demi Selangkah

E-modul berbasis scaffolding berpendekatan kontekstual untuk kelas XI SMA/MA/SMK

KB 1KB 2KB 3KB 4KB 5KB 6KB 7

Halo! Pernahkah kamu penasaran pada sesuatu di sekitarmu, lalu ingin tahu jawabannya dengan pasti? Di e-modul ini, rasa penasaran itu akan kamu ubah menjadi karya ilmiah. Kamu tidak sendirian: di awal kamu banyak dibantu, dan di akhir kamu akan menulis sendiri.

Tujuh Langkahmu

  1. Mengenal karya ilmiah: bedakan fakta dari pendapat.
  2. Memahami sistematika: kenali bagian-bagian karya ilmiah.
  3. Menguasai bahasanya: tulis dengan bahasa ilmiah.
  4. Menemukan masalah: pilih topik dari lingkunganmu sendiri.
  5. Mencari sumber: susun kerangka, kutip, dan buat daftar pustaka.
  6. Mengumpulkan data: teliti, hitung, dan sajikan datamu.
  7. Menulis dan mempresentasikan: selesaikan, perbaiki, lalu bagikan karyamu.

Hasil Akhirmu

Satu karya ilmiah tentang masalah nyata di sekitarmu, disusun bertahap di halaman Jurnal Proyekku, lalu dipresentasikan di depan kelas.

Kenalan dengan Laras

Gambar: Ilustrasi Laras, siswi kelas XI, memegang buku catatan.

Laras adalah siswi kelas XI di Sleman. Ia penasaran mengapa teman-temannya jarang memakai bahasa Jawa krama saat berbicara dengan guru. Di setiap Kegiatan Belajar (KB), kamu akan melihat bagaimana Laras mengubah rasa penasarannya menjadi karya ilmiah. (Laras, sekolahnya, dan datanya adalah contoh rekaan.)

Sebelum Mulai

Kerjakan dulu Tes Awal Menulis di halaman Evaluasi. Tes ini bukan untuk menilaimu, tetapi untuk melihat seberapa jauh kamu berkembang nanti.

Kerjakan Tes Awal

Mulai belajar

Mata pelajaranKelas / FaseWaktu belajarPenyusun
Bahasa IndonesiaXI / Fase F20 JP + kerja proyek[nama penyusun]

Petunjuk Penggunaan

Cara Belajar dengan Website Ini

  1. Kerjakan aktivitas Kegiatan Belajar (KB) secara berurutan, dari KB 1 sampai KB 7. Tombol menuju KB berikutnya aktif setelah kamu mengerjakan Uji Pemahaman.
  2. Mulailah setiap KB dari Ayo Mengamati. Jawab pertanyaannya dengan pengalamanmu sendiri; tidak ada jawaban yang salah di sini.
  3. Baca Pahami Konsep, lalu klik setiap penanda bernomor pada Lihat Contohnya untuk membaca catatannya.
  4. Kerjakan Ayo Mencoba sesuai urutan: Dituntun, Didampingi, lalu Mandiri.
  5. Jika macet, buka Kotak Bantuan mulai dari Petunjuk 1. Bukalah petunjuk berikutnya hanya jika masih macet.
  6. Isi Langkah Proyek di setiap KB. Semua isianmu terkumpul di halaman Jurnal Proyekku.
  7. Tutup setiap KB dengan Uji Pemahaman dan Refleksi.

Arti Setiap Bagian

BagianApa yang kamu lakukan
Ayo MengamatiMenjawab pertanyaan pemantik tentang kehidupan sehari-hari
Pahami KonsepMembaca materi inti yang ringkas
Lihat ContohnyaMempelajari contoh beserta catatan cara berpikir penulisnya
Ayo MencobaBerlatih bertahap
Kotak BantuanMembuka petunjuk saat macet
Ayo BerdiskusiBekerja bersama teman
Langkah ProyekMenulis satu bagian karya ilmiahmu sendiri
RangkumanMengingat inti materi
Uji PemahamanMenjawab tiga soal dengan umpan balik langsung
RefleksiMenilai pemahaman dan cara belajarmu

Tiga Tahap Bantuan

Kata scaffolding berarti perancah, yaitu tangga sementara yang dipasang tukang saat membangun rumah. Perancah dilepas ketika bangunan sudah bisa berdiri sendiri. Begitu pula bantuan di website ini.

TahapTandaBentuk bantuan
DituntunContoh lengkap; sebagian jawaban sudah diisi
DidampingiKalimat pembuka yang tinggal kamu lanjutkan
MandiriHanya daftar periksa

Tentang Kotak Bantuan

Setiap latihan punya tiga petunjuk. Petunjuk 1 memberi arah, Petunjuk 2 memberi contoh sebagian, dan Petunjuk 3 memberi pola kalimat. Website mencatat petunjuk yang kamu buka. Catatan itu bukan untuk mengurangi nilaimu, melainkan untuk melihat perkembanganmu: semakin jauh kamu belajar, semakin sedikit petunjuk yang kamu butuhkan.

Lanjut ke Pendahuluan

Pendahuluan

Apa yang Akan Kamu Pelajari?

Kamu akan mengenal karya ilmiah, memahami bagian-bagiannya, dan belajar bahasanya. Setelah itu, kamu meneliti satu masalah nyata di sekitarmu dan menuliskannya menjadi karya ilmiah.

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase F, elemen Menulis, menuntutmu mampu menulis gagasan dan pandangan secara logis, kritis, dan kreatif, termasuk menulis hasil penelitian. Elemen Berbicara dan Mempresentasikan menuntutmu mampu menyajikan dan mempertahankan hasil penelitian serta menyimpulkan masukan dari teman diskusi.

Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan e-modul ini, kamu mampu:

  1. menjelaskan pengertian, tujuan, dan ciri karya ilmiah (KB 1);
  2. menjelaskan sistematika karya ilmiah dan fungsi setiap bagiannya (KB 2);
  3. menggunakan bahasa ilmiah dan menyunting kalimat nonilmiah (KB 3);
  4. menemukan topik dari lingkungan sekitar dan merumuskan masalah (KB 4);
  5. menyusun kerangka, memilih sumber, mengutip, dan menulis daftar pustaka (KB 5);
  6. mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data (KB 6);
  7. menulis pembahasan, simpulan, saran, dan abstrak (KB 7);
  8. merevisi tulisan berdasarkan masukan guru dan teman (KB 7);
  9. mempresentasikan karya ilmiah dan menanggapi pertanyaan (KB 7).

Peta Konsep

Bekal yang Perlu Kamu Punya

  • Menulis kalimat efektif dan paragraf yang padu.
  • Menggunakan ejaan sesuai EYD Edisi V dan mengecek kata di KBBI.
  • Memahami hubungan sebab-akibat seperti pada teks eksplanasi.

Mengapa Ini Penting?

Karya ilmiah melatihmu bertanya, mencari bukti, dan menyampaikan gagasan secara jujur. Kemampuan ini berguna untuk tugas akhir sekolah, laporan praktik kerja lapangan (bagi siswa SMK), lomba seperti LKIR dan OPSI, serta kuliah nanti.

Mulai KB 1

Mengenal Karya Ilmiah

KB 1 dari 7DituntunWaktu: 2 JP

Tujuan

Setelah KB ini, kamu mampu menjelaskan pengertian dan ciri karya ilmiah, membedakannya dari tulisan nonilmiah, serta membedakan artikel hasil penelitian dan artikel non-penelitian.

Ayo Mengamati

Saat istirahat, antrean di kantin sekolahmu mungkin memanjang di satu warung, sementara warung lain sepi. Mengapa begitu? Baca tiga tulisan tentang kantin berikut.

  • Tulisan A (media sosial): "Kantin sekolah kita jorok banget, sampah plastik di mana-mana! Pokoknya harus ada larangan plastik!!!"
  • Tulisan B (cerpen): "Bungkus plastik itu melayang pelan, seperti kupu-kupu yang kehilangan arah, lalu jatuh tepat di depan sepatu Dimas."
  • Tulisan C (laporan): "Pengamatan selama lima hari sekolah menunjukkan bahwa kantin menghasilkan rata-rata 3,2 kg sampah plastik per hari. Sebagian besar berasal dari gelas minuman sekali pakai." (data rekaan)
  1. Tulisan mana yang paling bisa dipercaya? Mengapa?
  2. Jika kamu ingin kepala sekolah mengubah aturan kantin, tulisan mana yang paling meyakinkan?

Tulisan C paling meyakinkan karena memakai data dari pengamatan. Siswa dalam liputan berikut juga berangkat dari masalah yang mereka lihat di sekitarnya. Sambil menonton, perhatikan dua hal: masalah apa yang ingin mereka pecahkan, dan apakah mereka menunjukkan bukti atau data bahwa karyanya berhasil.

  1. Masalah apa yang ingin dipecahkan siswa dalam video? Bukti atau data apa yang mereka tunjukkan?

Pahami Konsep

Apa itu karya ilmiah?

Menurut KBBI, karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah dan disusun dari data dan fakta hasil observasi, eksperimen, atau kajian pustaka (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 213). Singkatnya, karya ilmiah ditulis dengan cara kerja ilmu: bertanya, mengumpulkan bukti, lalu menyimpulkan.

Ciri karya ilmiah

Buku teks menyebut tiga ciri utama karya ilmiah: faktual, logis, dan objektif (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 234). Tabel berikut menambahkan tiga ciri lain yang juga perlu kamu perhatikan.

CiriArtinyaCara mengeceknya
SistematisTersusun teraturApakah urutannya jelas?
LogisMasuk akal, biasanya berdasar sebab-akibatApakah simpulannya mengikuti data?
ObjektifBerdasarkan bukti, bukan perasaan pribadiAdakah kata yang hanya berisi perasaan penulis?
FaktualBerdasarkan kenyataan, tidak imajinatifBisakah faktanya dicek?
Berbahasa bakuRagam baku dan istilah yang tepatAdakah kata gaul?
Jujur dan bersumberMencantumkan sumber, tidak mengarang dataDari mana informasinya?
Untuk apa karya ilmiah ditulis?

Karya ilmiah ditulis untuk memecahkan masalah, menemukan atau menguji pengetahuan, menyebarkan ilmu kepada masyarakat, dan memenuhi tugas akademik.

Jenis artikel ilmiah

Artikel ilmiah dikelompokkan menjadi artikel hasil penelitian dan artikel non-penelitian (Tanjung, 2015, dalam Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 214). Untuk tugas sekolah, karya ilmiah dapat berbentuk makalah, kajian lapangan, atau kajian pustaka (hlm. 266).

JenisCara memperoleh dataContoh
Artikel hasil penelitianPenelitian lapangan: pengamatan, angket, wawancara, eksperimen"Status Kondisi Terumbu Karang di Teluk Ambon" di buku teks
Artikel non-penelitianKajian atau telaah pustakaUlasan berbagai sumber tentang manfaat hutan bagi satwa
Karya ilmiah bukan hanya tentang sains

Buku teks menegaskan bahwa karya ilmiah tidak terbatas pada tulisan tentang sains dan teknologi (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 212). Contoh di buku membahas konservasi alam, seperti terumbu karang di Teluk Ambon dan orang utan di Kalimantan Timur. Topikmu juga bisa tentang agama, bahasa, budaya, sosial, atau ekonomi: bahasa Jawa krama di sekolah, tadarus pagi, harga salak pondoh di Turi, atau kesiapan warga menghadapi erupsi Merapi.

Lihat Contohnya

Versi nonilmiah: "Menurutku anak-anak zaman sekarang malas banget pakai bahasa Jawa krama. Pokoknya sopan santun sudah hilang!"

Versi ilmiah: "Hasil angket terhadap 60 siswa kelas XI SMA Harapan Sleman menunjukkan bahwa 35% siswa selalu menggunakan bahasa Jawa krama saat berbicara dengan guru (1). Sebanyak 45% siswa kadang-kadang menggunakannya, sedangkan 20% tidak pernah (2). Data ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Jawa krama di kalangan siswa belum merata (3)." (data rekaan)

Catatan
  • (1) Subjek, jumlah responden, dan angka disebut. Faktanya bisa dicek, sehingga faktual.
  • (2) Tidak ada kata malas atau banget. Kalimatnya objektif dan baku.
  • (3) Simpulannya hati-hati dan sesuai data. Ia tidak menyimpulkan bahwa sopan santun hilang.

Ayo Mencoba

Latihan 1 · Dituntun

Centang ciri yang dipenuhi tulisan A, B, dan C di Ayo Mengamati. Baris A sudah diisi sebagai contoh.

TulisanSistematisLogisObjektifFaktualKarya ilmiah?
A––––Bukan: berisi perasaan tanpa data
B
C

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Cari kata yang hanya menunjukkan perasaan atau penilaian penulis.

Petunjuk 2. Tulisan yang menggunakan perbandingan seperti "seperti kupu-kupu" biasanya fiksi.

Petunjuk 3. Tulisan yang menyebut waktu pengamatan dan angka biasanya faktual dan objektif.

Latihan 2 · Didampingi

Ubah kalimat opini menjadi kalimat ilmiah. Angka boleh kamu karang untuk latihan ini saja.

  1. "Hampir semua anak di kelasku main HP terus waktu istirahat."
  2. "Warga desaku sekarang jarang ikut kerja bakti."

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Ganti kata yang tidak terukur seperti hampir semua dan jarang dengan angka.

Petunjuk 2. Sebutkan dari mana datanya: pengamatan, angket, atau data desa.

Petunjuk 3. Pola kalimat ilmiah: [fakta atau data] + [sumber atau waktu] + [makna yang hati-hati].

Latihan 3 · Mandiri

Tulis 3–4 kalimat yang menjelaskan perbedaan artikel hasil penelitian dan artikel non-penelitian dengan bahasamu sendiri.

Cocokkan jawabanmu
  • Latihan 1: Tulisan B bukan karya ilmiah karena imajinatif. Tulisan C memenuhi keempat ciri, sehingga termasuk karya ilmiah.
  • Latihan 2: Kalimat ilmiah yang baik menyebut sumber data, ukuran yang jelas, dan simpulan yang tidak melebihi data.
  • Latihan 3: Artikel hasil penelitian memperoleh data melalui penelitian lapangan, misalnya pengamatan atau angket. Artikel non-penelitian memperoleh informasi dari kajian pustaka. Keduanya sama-sama faktual, logis, dan objektif.

Ayo Berdiskusi

Dalam kelompok 4–5 orang, baca abstrak dan pendahuluan artikel "Status Kondisi Terumbu Karang di Teluk Ambon" di buku teks (hlm. 215–217) dengan teknik membaca memindai. Tandai satu kalimat fakta dan satu kalimat opini, lalu buat ringkasan minimal tiga kalimat. Kumpulkan tugas

Langkah Proyek 1: Daftar Rasa Ingin Tahu

Amati rumah, sekolah, dan lingkunganmu selama satu minggu. Catat tiga fenomena yang membuatmu bertanya mengapa atau bagaimana. Usahakan dari bidang yang berbeda.

(tersimpan di Jurnal Proyekku)

No.Fenomena yang kuamatiDi mana?Mengapa menarik bagiku?
1
2
3

Rangkuman

Karya ilmiah adalah tulisan faktual yang disusun secara sistematis, logis, dan objektif. Artikel ilmiah dapat berupa artikel hasil penelitian atau artikel non-penelitian. Topiknya bisa dari bidang apa saja selama nyata dan dapat dibuktikan.

Uji Pemahaman

1. Ciri karya ilmiah yang ditunjukkan oleh pernyataan "kebenarannya didasarkan pada kenyataan, tidak imajinatif" adalah …

2. Kalimat "Menurutku siswa sekarang malas banget membaca" bukan kalimat ilmiah karena …

3. Menurut buku teks, artikel ilmiah dapat dikelompokkan menjadi …

Refleksi

  1. Apa perbedaan terpenting antara pendapat dan karya ilmiah menurutmu?
  2. Seberapa yakin kamu bisa membedakan tulisan ilmiah dan nonilmiah?

Sistematika Karya Ilmiah

KB 2 dari 7DituntunWaktu: 2 JP

Tujuan

Setelah KB ini, kamu mampu menyebutkan bagian-bagian karya ilmiah, menjelaskan isi dan fungsinya, menguraikan informasi dalam judul, dan memeriksa benang merah antara rumusan masalah, tujuan, dan simpulan.

Ayo Mengamati

Ingat saat kamu berobat ke puskesmas: kamu menyampaikan keluhan, dokter bertanya, lalu memeriksa. Hasil pemeriksaan keluar, dokter menjelaskan artinya, dan kamu pulang membawa resep serta saran.

  1. Apa jadinya jika dokter langsung memberi resep tanpa memeriksa?
  2. Menurutmu, bagian mana dari kunjungan ke puskesmas yang mirip dengan karya ilmiah?
Lihat perbandingannya
Di puskesmasDi karya ilmiah
Keluhan pasienLatar belakang masalah
Dokter bertanya "sakitnya bagaimana?"Rumusan masalah
Pengetahuan medis dokterKajian teori
Pemeriksaan dan tes laboratoriumMetode penelitian
Hasil laboratoriumHasil penelitian
Dokter menjelaskan arti hasilnyaPembahasan
Diagnosis, resep, dan saranSimpulan dan saran

Pahami Konsep

Tiga bagian karya ilmiah

Karya ilmiah, terutama artikel jurnal, terdiri atas tiga bagian. Bagian awal memuat judul, nama penulis dan afiliasi, abstrak, dan kata kunci. Bagian inti memuat pendahuluan, kerangka teoretis, metodologi, hasil dan pembahasan, serta simpulan dan saran. Bagian akhir memuat daftar pustaka dan lampiran jika ada (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 213, 252–256).

Isi dan fungsi setiap bagian
BagianUnsurIsiPertanyaan yang dijawabKalimat pembuka
AwalJudulSubjek, tujuan, metode, ruang lingkupApa yang diteliti, pada siapa, dengan cara apa?–
AwalNama penulis dan afiliasiNama tanpa gelar; nama sekolah atau lembagaSiapa penulisnya?–
AwalAbstrak dan kata kunciRingkasan isi; kata yang mewakili topikApa inti seluruh tulisan?Penelitian ini bertujuan …
IntiPendahuluanLatar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaatMengapa penting? Apa yang ingin diketahui?Idealnya … Namun, …
IntiKerangka teoretisKajian pustaka, penelitian terdahulu, teori, hipotesisApa kata ahli?Menurut … (tahun), …
IntiMetodologiPersiapan, sumber data, pengumpulan, pengolahan, pelaporanBagaimana data diperoleh?Penelitian ini menggunakan metode …
IntiHasil dan pembahasanTemuan dan maknanya dibandingkan dengan teoriApa temuannya dan artinya?Tabel 1 menunjukkan bahwa …
IntiSimpulan dan saranJawaban tegas atas tujuan; saran kegunaanApa jawabannya?Berdasarkan hasil penelitian, …
AkhirDaftar pustaka dan lampiranSumber yang dipakai, urut abjad; data tambahanDari mana informasinya?–
Judul menyimpan banyak informasi

Judul karya ilmiah harus jelas, singkat, dan menunjukkan isi secara akurat. Judul yang baik memuat subjek, tujuan, metode, dan ruang lingkup penelitian. Judul ditulis dengan huruf kapital seluruhnya atau dengan huruf kapital di awal setiap kata kecuali kata tugas seperti di, ke, dari, dan, dan tentang (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 252). Nama penulis ditulis tanpa gelar dan nama belakangnya tidak disingkat (hlm. 253).

Benang merah

Rumusan masalah, tujuan, dan simpulan harus saling cocok. Dua rumusan masalah berarti dua tujuan dan dua butir simpulan.

Video: "Membedah Satu Artikel Jurnal" (4–5 menit): guru menunjukkan letak setiap bagian pada satu artikel jurnal sederhana.

Lihat Contohnya: Proyek Laras

Laras penasaran mengapa teman-temannya jarang memakai bahasa Jawa krama saat berbicara dengan guru. Inilah judulnya. (Contoh rekaan.)

Penggunaan Bahasa Jawa Krama oleh Siswa kepada Guru (Studi Deskriptif pada Siswa Kelas XI SMA Harapan Sleman)

Catatan
  • (1) Penggunaan Bahasa Jawa Krama oleh Siswa kepada Guru = masalah yang diteliti.
  • (2) Studi Deskriptif = metode.
  • (3) Siswa Kelas XI SMA Harapan Sleman = subjek penelitian.

Benang merah proyek Laras

Rumusan masalahTujuan
Bagaimana tingkat penggunaan bahasa Jawa krama oleh siswa kelas XI SMA Harapan Sleman saat berbicara dengan guru?Mendeskripsikan tingkat penggunaan bahasa Jawa krama oleh siswa saat berbicara dengan guru
Faktor apa saja yang menyebabkan siswa tidak selalu menggunakan bahasa Jawa krama saat berbicara dengan guru?Mendeskripsikan faktor penyebab siswa tidak selalu menggunakan bahasa Jawa krama
CatatanKata tanya bagaimana berubah menjadi kata kerja mendeskripsikan pada tujuan. Simpulan Laras nanti hanya menjawab dua pertanyaan ini.

Ayo Mencoba

Latihan 1 · Dituntun

Pasangkan setiap cuplikan dengan bagian karya ilmiah. Nomor 1 sudah dikerjakan.

Pilih jawaban pada kolom yang kosong.

No.CuplikanBagian
1"Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kebiasaan sarapan siswa kelas XI."Pendahuluan (tujuan)
2"Data dikumpulkan melalui angket yang dibagikan kepada 64 siswa."
3"Sejumlah penelitian terdahulu menemukan bahwa siswa yang sarapan cenderung lebih mudah berkonsentrasi."
4"Sebanyak 40% siswa tidak sarapan karena bangun kesiangan."
5"Kebiasaan sarapan siswa kelas XI belum baik; penyebab utamanya adalah bangun kesiangan."
6"Sekolah disarankan mengadakan kampanye sarapan sehat bersama orang tua."

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Tanyakan, "Kalimat ini menjawab pertanyaan apa?" Lihat tabel isi dan fungsi.

Petunjuk 2. Kalimat yang berisi angka temuan termasuk hasil; kalimat yang menjawab masalah secara umum termasuk simpulan.

Petunjuk 3. Kalimat tentang cara mengumpulkan data termasuk metode; kalimat tentang temuan orang lain termasuk kajian teori.

Latihan 2 · Didampingi

Uraikan unsur kedua judul berikut. Sebagian kolom Judul A sudah diisi.

  • Judul A: Kesiapsiagaan Siswa Menghadapi Erupsi Gunung Merapi (Survei pada Siswa SMA di Kecamatan Cangkringan)
  • Judul B: Minat Siswa terhadap Ekstrakurikuler Karawitan (Studi Deskriptif pada Siswa SMK di Kabupaten Sleman)
UnsurJudul AJudul B
MasalahKesiapsiagaan menghadapi erupsi
SubjekSiswa SMA di Kecamatan Cangkringan
Metode

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Bagian dalam kurung biasanya memuat metode dan subjek.

Petunjuk 2. Kata sebelum pada di dalam kurung adalah metodenya.

Petunjuk 3. Bagian di luar kurung adalah masalahnya.

Latihan 3 · Mandiri

Rumusan masalahnya: "Mengapa sebagian siswa lebih memilih membawa bekal daripada membeli makanan di kantin sekolah?" Tulis tujuan penelitian yang cocok.

Cocokkan jawabanmu
  • Latihan 1: 2 metode, 3 kajian teori, 4 hasil, 5 simpulan, 6 saran.
  • Latihan 2: Judul A, metode = survei. Judul B, masalah = minat terhadap ekstrakurikuler karawitan; subjek = siswa SMK di Kabupaten Sleman; metode = deskriptif.
  • Latihan 3: "Menjelaskan alasan sebagian siswa lebih memilih membawa bekal daripada membeli makanan di kantin sekolah."

Ayo Berdiskusi

Dalam kelompok 4–5 orang, baca artikel "Karakteristik Vegetasi Habitat Orang Utan (Pongo pygmaeus morio) di Hutan Tepi Sungai Menamang, Kalimantan Timur" di buku teks (hlm. 234–251). Isi tabel bagian awal, inti, dan akhir artikel itu, lalu bandingkan dengan satu artikel jurnal lain dari portal Garuda atau Google Scholar yang topiknya dekat dengan kehidupan kalian. Kumpulkan tugas

Langkah Proyek 2: Peta Bagian Artikel

Cari satu artikel jurnal yang berkaitan dengan salah satu fenomena di Daftar Rasa Ingin Tahu. Tulis satu kalimat untuk setiap bagiannya.

(tersimpan di Jurnal Proyekku)

BagianRingkasan satu kalimat
Judul dan penulis
Tujuan
Metode
Hasil utama
Simpulan

Rangkuman

Karya ilmiah formal terdiri atas judul, abstrak, pendahuluan, kajian teori, metode, hasil dan pembahasan, simpulan dan saran, serta daftar pustaka. Setiap bagian menjawab satu pertanyaan, dan rumusan masalah, tujuan, serta simpulan membentuk satu benang merah.

Uji Pemahaman

1. Bagian karya ilmiah yang menjelaskan alasan timbulnya masalah dan pentingnya masalah itu dibahas adalah …

2. Judul "Kebiasaan Membaca Siswa (Survei pada Siswa Kelas XI SMK Mandiri Sleman)" menggunakan metode …

3. Rumusan masalahnya: "Bagaimana kebiasaan siswa kelas XI dalam memilah sampah plastik di kantin?" Tujuan yang sesuai adalah …

Refleksi

  1. Bagian karya ilmiah mana yang masih membingungkanmu?
  2. Seberapa yakin kamu bisa menunjukkan bagian-bagian sebuah artikel jurnal?

Kebahasaan Karya Ilmiah

KB 3 dari 7Dituntun → DidampingiWaktu: 2 JP

Tujuan

Setelah KB ini, kamu mampu menjelaskan kaidah bahasa karya ilmiah, membedakan makna denotatif dan konotatif, dan menyunting kalimat nonilmiah menjadi kalimat ilmiah.

Ayo Mengamati

Rapat OSIS diundur. Informasi yang sama ditulis tiga kali.

  • Ke grup teman: "Gaes, rapat OSIS mundur jadi Jumat yaa, jgn telat!"
  • Ke wali kelas: "Selamat siang, Bu. Mohon maaf, rapat OSIS diundur menjadi hari Jumat pukul 14.00. Terima kasih."
  • Di laporan OSIS: "Rapat OSIS diundur dua hari menjadi Jumat pukul 14.00 karena ruang pertemuan digunakan untuk ujian praktik."
  1. Mengapa kamu tidak menulis "Gaes" kepada wali kelas?
  2. Apa yang membuat kalimat ketiga paling lengkap?

Pahami Konsep

Karya ilmiah memakai ragam bahasa ilmiah, yaitu bahasa standar atau baku. Gagasan ilmiah disampaikan secara jelas, akurat, dan lugas tanpa ambiguitas, sehingga bahasanya harus objektif, reproduktif, dan bermakna denotatif (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 257). Reproduktif berarti makna yang ditangkap pembaca sama persis dengan maksud penulis.

Sepuluh kaidah bahasa karya ilmiah
KaidahContoh
Impersonal: hindari saya, aku, kita, kamu; pakai penulis atau kalimat pasifData dikumpulkan dengan angket.
Lugas dan denotatifAir sungai itu keruh, bukan sungai itu menangis
Tidak bermakna gandaIstri dokter yang baru → istri baru dokter itu
Istilah penting didefinisikanBahasa Jawa krama dalam penelitian ini adalah …
Baku, sesuai EYD Edisi V dan KBBItidak, bukan gak
Istilah teknis yang tepatresponden, sampel, persentase
Kata kerja mental dan pasifdiduga, dianalisis, disimpulkan
Konjungsi logisoleh karena itu, dengan demikian, namun, sejalan dengan
Hati-hati menyimpulkanmenunjukkan kecenderungan, bukan membuktikan 100%
Kalimat efektifsangat mendukung, bukan sangat mendukung sekali
Denotasi dan konotasi

Makna denotatif adalah makna yang sesuai dengan konsep asalnya, tanpa tambahan makna dari perasaan atau tafsiran pembaca; makna konotatif sudah mengalami penambahan makna (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 257–258). Contoh dari buku teks: manis dalam "orang utan memilih buah yang manis" bermakna denotatif, sedangkan dalam "anak orang utan itu duduk di dahan dengan manis" bermakna konotatif. Karya ilmiah memakai makna denotatif.

KataDenotatifKonotatif
keruhAir sumur keruh setelah hujan deras.Pikirannya keruh karena banyak masalah.
naikHarga cabai di pasar naik minggu ini.Namanya naik setelah menjuarai lomba.
kerasMeja itu terbuat dari kayu jati yang keras.Ia keras kepala.
dinginUdara di Kaliurang dingin pada pagi hari.Sambutan warga terhadap program itu dingin.

Lihat Contohnya

Sebelum disunting: "Aku pengin tahu kenapa teman-teman gak mau pakai krama ke guru, padahal itu kan sopan banget."

Sesudah disunting: "Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan tingkat penggunaan bahasa Jawa krama oleh siswa saat berbicara dengan guru serta faktor yang menyebabkan siswa tidak selalu menggunakannya (2)."

Catatan
  • (1) Aku pengin tahu diganti Penelitian ini bertujuan agar impersonal.
  • (2) Gak mau diganti tidak selalu menggunakannya: baku, dan tidak menuduh siswa tidak mau.
  • Frasa sopan banget dihapus karena merupakan penilaian pribadi.

Ayo Mencoba

Latihan 1 · Dituntun

Tentukan apakah kata bercetak miring bermakna denotatif atau konotatif. Nomor 1 sudah dijawab.

Pilih jawaban pada kolom yang kosong.

No.KalimatJawaban
1Petani salak di Turi memanen buah setiap pekan.Denotatif
2Tim voli sekolah kami memanen pujian setelah juara.
3Kursi di aula sekolah berjumlah 200 buah.
4Ia sedang mengincar kursi ketua OSIS.
5Hujan deras membuat jalan desa licin.
6Kakak sudah menemukan jalan keluar dari masalahnya.

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Tanyakan, "Apakah benda atau tindakan itu benar-benar ada secara fisik dalam kalimat?"

Petunjuk 2. Pujian tidak bisa dipanen seperti buah; jabatan tidak bisa diduduki seperti kursi.

Petunjuk 3. Jika maknanya kiasan, jawabannya konotatif.

Latihan 2 · Didampingi

Sunting paragraf berikut. Bagian bermasalah sudah diberi nomor.

(1) Saya melakukan penelitian ini karena (2) kayaknya siswa-siswa di sekolahku jarang membaca buku. Berdasarkan angket, ternyata (3) banyak banget siswa yang (4) gak pernah ke perpustakaan. (5) Hal ini membuktikan bahwa siswa zaman sekarang (6) sangat malas sekali membaca.

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Bagian (1) melanggar kaidah impersonal; bagian (4) tidak baku.

Petunjuk 2. Ganti (3) dengan angka persentase; ganti (5) dengan menunjukkan kecenderungan.

Petunjuk 3. Bagian (6) berlebihan: sangat … sekali cukup salah satu, dan malas adalah penilaian. Pakai fakta, misalnya rendahnya pemanfaatan perpustakaan.

Latihan 3 · Mandiri

Parkir liar di depan sekolah kita benar-benar jadi penyakit kronis. Setiap pagi jalan berubah jadi lautan motor, dan tukang parkir dadakan seenaknya memungut uang. Pihak berwenang seperti tutup mata. Kalau dibiarkan, pasti ada korban!
  1. Temukan sedikitnya lima kata atau ungkapan konotatif atau emotif.
  2. Tulis ulang paragraf itu dengan bahasa ilmiah. Kamu boleh menambahkan data rekaan yang masuk akal.
Cocokkan jawabanmu
  • Latihan 1: 2 konotatif, 3 denotatif, 4 konotatif, 5 denotatif, 6 konotatif.
  • Latihan 2: "Penelitian ini dilakukan karena terdapat dugaan bahwa siswa jarang membaca buku. Hasil angket menunjukkan bahwa 62% siswa tidak pernah mengunjungi perpustakaan dalam satu semester terakhir. Hal ini menunjukkan kecenderungan rendahnya pemanfaatan perpustakaan oleh siswa." (angka rekaan)
  • Latihan 3: ungkapan konotatif/emotif antara lain penyakit kronis, lautan motor, dadakan, seenaknya, tutup mata, pasti ada korban. Contoh versi ilmiah: "Pengamatan pada pukul 06.30–07.00 selama lima hari menunjukkan rata-rata 40 sepeda motor diparkir di bahu jalan depan sekolah. Kondisi ini mempersempit jalur kendaraan dan diduga meningkatkan risiko kecelakaan."

Ayo Berdiskusi

Dalam kelompok, perbaiki paragraf "Maleo Senkawor" di buku teks (hlm. 261) agar sesuai kaidah bahasa karya ilmiah. Perhatikan ejaan nama tempat dan satuan, ungkapan kiasan, serta kalimat yang terlalu panjang.

Langkah Proyek 3: Daftar Periksa Bahasa Ilmiahku

Tambahkan dua kesalahan yang paling sering kamu buat. Daftar ini akan kamu pakai saat merevisi di KB 7.

(tersimpan di Jurnal Proyekku)

Rangkuman

Bahasa karya ilmiah bersifat impersonal, lugas, denotatif, baku, dan tidak bermakna ganda. Istilah penting didefinisikan, gagasan dihubungkan dengan konjungsi logis, dan simpulan dirumuskan hati-hati sesuai data.

Uji Pemahaman

1. Kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa karya ilmiah adalah …

2. Kata panas bermakna konotatif pada kalimat …

3. Kalimat "Data ini membuktikan 100% bahwa sarapan membuat siswa pintar" perlu diperbaiki karena …

Refleksi

  1. Kaidah mana yang paling sering kamu langgar?
  2. Seberapa yakin kamu bisa menyunting kalimat nonilmiah?

Menggali Topik dan Merumuskan Masalah

KB 4 dari 7DidampingiWaktu: 2 JP + kerja proyek

Tujuan

Setelah KB ini, kamu mampu menemukan topik dari lingkungan sekitar, menyempitkannya, menulis latar belakang, serta merumuskan masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.

Ayo Mengamati

Bayangkan perjalananmu dari rumah ke sekolah: kebun salak di Turi, lereng Merapi, Selokan Mataram, pasar tradisional, parkiran, kantin, asrama, atau masjid sekolah. Setiap tempat menyimpan pertanyaan.

  1. Hal apa di sekitarmu yang membuatmu bertanya mengapa begitu?
  2. Dari Daftar Rasa Ingin Tahu (KB 1), fenomena mana yang paling mungkin kamu teliti dalam dua sampai empat minggu?
Video: "Dari Mana Datangnya Topik?" (3–4 menit): wawancara dengan siswa yang pernah mengikuti lomba penelitian.

Pahami Konsep

Syarat topik yang baik

Topik adalah peristiwa atau fenomena yang akan diteliti. Topik harus dapat dikelola penulis dari segi waktu, dana, dan data, dan dapat berasal dari pengalaman pribadi maupun isu hangat. Topik yang terlalu luas dipersempit menjadi tema (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 264). Untuk penelitian siswa, tambahkan satu syarat lagi: aman dan etis.

Cara menggali ide
  • 5W1H: tanyakan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana.
  • Peta pikiran: tulis satu kata kunci di tengah, lalu cabangkan hal-hal yang berkaitan.
  • Daftar Rasa Ingin Tahu: catatan fenomenamu dari KB 1.
Menyempitkan topik seperti corong

Contoh dari proyek Laras:

  1. Bahasa
  2. Bahasa Jawa
  3. Tingkat tutur bahasa Jawa
  4. Penggunaan bahasa Jawa krama oleh remaja
  5. Penggunaan bahasa Jawa krama oleh siswa kepada guru di SMA Harapan Sleman
Bank topik dari sekitarmu
BidangContoh topikSumber data
Konservasi flora dan fauna (tema buku teks)Keanekaragaman burung di lereng Merapi; pemanfaatan tanaman obat di pekarangan wargaObservasi, wawancara warga atau petugas
BahasaBahasa gaul dalam grup percakapan kelasAngket, dokumen percakapan (dengan izin)
BudayaMinat siswa terhadap ekstrakurikuler karawitanAngket, wawancara
SosialPenggunaan ponsel saat jam istirahatObservasi, angket
AgamaKebiasaan tadarus pagi siswaAngket, wawancara
EkonomiPemasaran daring UMKM salak pondoh di TuriWawancara pelaku usaha
LingkunganPerilaku memilah sampah plastik di kantinObservasi, foto
KesehatanKebiasaan sarapan dan konsentrasi belajarAngket
KebencanaanKesiapsiagaan siswa menghadapi erupsi MerapiAngket, wawancara relawan desa
Sains dan teknologiPenggunaan aplikasi kecerdasan buatan untuk tugas sekolahAngket, wawancara guru
Dunia kerja (SMK)Kepuasan pelanggan teaching factoryAngket pelanggan
Empat gerakan latar belakang
  1. Kondisi ideal: apa yang seharusnya terjadi, didukung teori atau aturan.
  2. Kenyataan: apa yang terjadi di lapangan, didukung data awal.
  3. Kesenjangan: perbedaan antara ideal dan kenyataan.
  4. Pentingnya penelitian: mengapa perlu diteliti dan siapa yang diuntungkan.
Rumusan masalah, tujuan, dan manfaat

Latar belakang menguraikan topik, penyebab timbulnya masalah, dan pentingnya topik itu dibahas, dengan kata penghubung yang tepat. Rumusan masalah berkaitan dengan pertanyaan mengapa dan bagaimana, serta harus jelas dan terukur. Tujuan selaras dengan rumusan masalah, sedangkan manfaat menjelaskan kegunaan penelitian (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 253–254). Rumusan masalah yang baik juga menyebut subjek dan tempat, tidak cukup dijawab ya/tidak, dan hanya berisi satu pertanyaan.

Lihat Contohnya: Pendahuluan Proyek Laras

(Data rekaan.)

Bahasa Jawa memiliki tingkat tutur yang membedakan cara berbicara kepada teman sebaya dan kepada orang yang lebih tua atau dihormati. Salah satunya adalah krama, yang digunakan untuk menghormati lawan bicara (Poedjosoedarmo, 1979). Di sekolah-sekolah di Yogyakarta, penggunaan bahasa Jawa krama kepada guru dipandang sebagai wujud sikap hormat siswa. (1)

Namun, pengamatan awal penulis selama satu minggu di SMA Harapan Sleman menunjukkan kondisi yang berbeda. Dari 20 percakapan siswa dengan guru di luar jam pelajaran, hanya 6 percakapan yang menggunakan bahasa Jawa krama. (2)

Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Data tentang seberapa sering siswa menggunakan bahasa Jawa krama dan apa penyebabnya belum tersedia di sekolah itu. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan sebagai bahan pertimbangan guru Bahasa Jawa dalam membina penggunaan bahasa Jawa krama. (3)

Catatan
  • (1) Kondisi ideal, didukung rujukan ahli.
  • (2) Kenyataan, didukung data pengamatan awal. Kata Namun menandai perubahan.
  • (3) Kesenjangan dan pentingnya penelitian. Oleh karena itu menandai simpulan latar belakang.

Rumusan masalah Laras: (1) Bagaimana tingkat penggunaan bahasa Jawa krama oleh siswa kelas XI SMA Harapan Sleman saat berbicara dengan guru? (2) Faktor apa saja yang menyebabkan siswa tidak selalu menggunakan bahasa Jawa krama saat berbicara dengan guru?

Manfaat: secara teoretis menambah gambaran penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa di kalangan remaja; secara praktis membantu guru Bahasa Jawa merancang latihan berbicara krama.

Ayo Mencoba

Latihan 1 · Dituntun

Perbaiki rumusan masalah yang lemah. Nomor 1 dan 2 sudah dikerjakan.

No.Rumusan masalah lemahKelemahanPerbaikan
1Apakah siswa suka membaca?Terlalu umum; cukup dijawab ya/tidakBagaimana minat baca siswa kelas XI SMA X terhadap buku nonpelajaran?
2Bagaimana cara menyelamatkan bumi dari pemanasan global?Terlalu luasBagaimana perilaku siswa kelas XI dalam memilah sampah plastik di kantin sekolah?
3Mengapa jajanan di kantin enak?
4Bagaimana pengaruh media sosial terhadap seluruh remaja Indonesia?
5Seberapa sering siswa mengikuti tadarus pagi dan apa kendalanya dan bagaimana solusinya?

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Rumusan masalah yang baik menyebut siapa dan di mana.

Petunjuk 2. Ganti kata penilaian (enak, bagus, malas) dengan hal yang bisa diukur (pilihan, frekuensi, faktor).

Petunjuk 3. Jika ada kata dan yang menghubungkan dua pertanyaan, pecah menjadi dua rumusan masalah.

Latihan 2 · Didampingi

Pilih satu topik dari bank topik, lalu tulis latar belakangnya.

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Paragraf 1 menjawab "apa yang seharusnya terjadi?"

Petunjuk 2. Paragraf 2 memerlukan data, sekecil apa pun: hasil mengamati, bertanya, atau membaca berita.

Petunjuk 3. Paragraf 3 menyebut siapa yang akan terbantu oleh hasil penelitianmu.

Latihan 3 · Mandiri

Kerjakan Langkah Proyek 4 di bawah.

Cocokkan jawabanmu
  • Nomor 3: Faktor apa saja yang memengaruhi pilihan jajanan siswa di kantin sekolah?
  • Nomor 4: subjeknya terlalu luas. Contoh perbaikan: Bagaimana penggunaan media sosial oleh siswa kelas XI SMA X untuk mencari informasi pelajaran?
  • Nomor 5: berisi tiga pertanyaan. Pecah menjadi Seberapa sering siswa kelas XI mengikuti tadarus pagi? dan Apa kendala siswa dalam mengikuti tadarus pagi?

Ayo Berdiskusi

Tukarkan rumusan masalahmu dengan teman sebangku. Tulis satu pujian, satu pertanyaan, dan satu saran untuknya.

Langkah Proyek 4: Pendahuluan Karya Ilmiahku

Pilih satu fenomena dari Daftar Rasa Ingin Tahu, lalu tulis bagian berikut. (tersimpan di Jurnal Proyekku)

  1. Judul sementara
  2. Latar belakang, tiga paragraf dengan empat gerakan
  3. Satu atau dua rumusan masalah
  4. Tujuan penelitian
  5. Manfaat teoretis dan praktis

Sebelum lanjut, mintalah persetujuan guru.

Rangkuman

Topik yang baik berasal dari pengamatan, menarik, dikuasai, aktual, dan terbatas. Latar belakang bergerak dari kondisi ideal, kenyataan, kesenjangan, hingga pentingnya penelitian. Rumusan masalah berupa kalimat tanya yang spesifik dan dapat dijawab dengan data.

Uji Pemahaman

1. Topik yang ruang lingkupnya paling terbatas sehingga layak diteliti siswa adalah …

2. Rumusan masalah yang paling tepat adalah …

3. Urutan gerakan latar belakang yang tepat adalah …

Refleksi

  1. Mengapa kamu memilih topik itu?
  2. Seberapa yakin kamu dengan rumusan masalahmu?

Kerangka, Kajian Teori, Kutipan, dan Daftar Pustaka

KB 5 dari 7DidampingiWaktu: 2 JP + kerja proyek

Tujuan

Setelah KB ini, kamu mampu menyusun kerangka karya ilmiah, memilih sumber yang kredibel, mengutip tanpa plagiarisme, menulis paragraf kajian teori, dan menyusun daftar pustaka.

Ayo Mengamati

Sebuah pesan masuk ke grup keluarga: "VIRAL! Minum air es setelah makan bikin lemak membeku di usus dan memicu kanker. Sebarkan ke semua keluarga!"

  1. Siapa penulis pesan itu? Adakah sumber yang bisa kamu cek?
  2. Ke mana kamu akan mencari kebenarannya?

Karya ilmiah berbeda dari pesan berantai karena setiap informasinya bersumber jelas dan dapat dicek ulang.

Pahami Konsep

Kerangka tulisan

Kerangka tulisan disusun mengikuti tiga bagian karya ilmiah (awal, inti, akhir) dan membantumu fokus mengumpulkan materi serta sumber yang relevan (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 264). Setiap butir kerangka adalah "laci" yang nanti diisi teori dan data.

Di mana mencari sumber?

Sumber rujukan berasal dari tiga kategori: lokasi (tempat atau benda yang diteliti, termasuk data pengamatan dan wawancara), ahli (narasumber atau pakar), dan buku (literatur cetak maupun digital, termasuk jurnal) (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 265). Cari literatur di perpustakaan sekolah, iPusnas, portal Garuda, Google Scholar, situs BPS, serta situs resmi pemerintah atau perguruan tinggi. Catat data setiap sumber sejak awal karena semuanya harus masuk daftar pustaka.

Empat pertanyaan cek sumber
PertanyaanKredibelMeragukan
Siapa penulisnya?Nama jelas, keilmuannya sesuaiAnonim
Kapan terbitnya?Tahun tercantumTanpa tanggal
Diterbitkan di mana?Penerbit, jurnal, lembaga resmiPesan berantai, blog tanpa identitas
Adakah buktinya?Ada data dan rujukanHanya klaim, sering memakai kata "viral"
Cara mengutip

Setiap gagasan orang lain wajib disertai sumber. Tanpa sumber, tulisanmu termasuk plagiarisme, yaitu mengakui karya orang lain sebagai milikmu.

Jenis kutipanContoh
Langsung (kata-kata asli, diberi tanda petik)Waskitaningtyas & Marwati (2024, hlm. 233) menyatakan bahwa "karya ilmiah bertujuan mengenalkan pengetahuan baru kepada masyarakat."
Tidak langsung atau parafrase (kata-katamu sendiri)Tujuan karya ilmiah adalah memperkenalkan pengetahuan yang baru kepada khalayak (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 233).

Kutipan langsung yang lebih dari empat baris ditulis terpisah, menjorok ke dalam, tanpa tanda petik.

Lima langkah memparafrasekan: baca dan pahami → tutup sumbernya → tulis dengan kata-katamu sendiri → bandingkan maknanya dengan aslinya → cantumkan sumbernya.

Jika memakai alat kecerdasan buatan, gunakan untuk mencari ide atau memeriksa ejaan, bukan untuk menyalin tulisan. Cek kebenarannya ke sumber asli dan ikuti aturan sekolahmu.

Menulis paragraf kajian teori

Kerangka teoretis berisi kajian pustaka, yaitu penelitian terdahulu dan teori yang relevan dengan masalah, serta hipotesis penelitian bila ada (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 254). Pola paragrafnya: (1) kalimat pokok, (2) pendapat ahli dengan sumber, (3) pendapat ahli lain atau penelitian terdahulu, (4) sintesis penulis yang mengaitkan teori dengan penelitianmu.

Menyusun daftar pustaka

Daftar pustaka memuat sumber yang dibaca dan digunakan, disusun menurut abjad. Gayanya dapat mengikuti gaya Harvard atau APA. Urutan umumnya: nama penulis (nama belakang, koma, nama depan; jika penulisnya lebih dari satu, hanya nama penulis pertama yang dibalik), tahun terbit, judul yang dicetak miring, lalu kota terbit: penerbit (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 255).

Jenis sumberPola
BukuNama Belakang, Nama Depan. (Tahun). Judul Buku. Kota: Penerbit.
Artikel jurnalNama Belakang, Nama Depan. (Tahun). "Judul Artikel". Nama Jurnal, Volume(Nomor), halaman.
Laman internetNama Penulis atau Lembaga. (Tahun). "Judul Tulisan". Diakses dari [alamat] pada [tanggal].

Contoh dari buku teks: Odum, E. P. (2008). Dasar-Dasar Ekologi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Lihat Contohnya: Kerangka dan Kajian Teori Laras

Kerangka tulisan Laras

  1. Pendahuluan: latar belakang, rumusan masalah, tujuan, manfaat
  2. Kajian teori: tingkat tutur bahasa Jawa; krama sebagai tuturan hormat; faktor pemilihan bahasa; penelitian terdahulu (1)
  3. Metode: jenis penelitian, subjek, teknik dan instrumen, analisis data
  4. Hasil dan pembahasan: tingkat penggunaan krama; faktor penyebab (2)
  5. Penutup: simpulan dan saran
  6. Daftar pustaka dan lampiran

Paragraf kajian teori Laras

Bahasa Jawa mengenal tingkat tutur, yaitu variasi bahasa yang dipilih berdasarkan hubungan antara penutur dan lawan tutur (3). Poedjosoedarmo (1979) membagi tingkat tutur bahasa Jawa secara garis besar menjadi ngoko, madya, dan krama (4). Krama digunakan ketika penutur ingin menunjukkan rasa hormat, misalnya kepada orang tua atau guru. Berdasarkan pendapat tersebut, penggunaan bahasa Jawa krama oleh siswa kepada guru dalam penelitian ini dipandang sebagai salah satu bentuk tuturan hormat di sekolah (5).

Catatan
  • (1) Empat subbagian ini menunjukkan empat jenis sumber yang harus dicari Laras.
  • (2) Dua subbagian hasil sama dengan dua rumusan masalah: inilah benang merah.
  • (3) Kalimat pokok sekaligus definisi istilah.
  • (4) Parafrase pendapat ahli disertai sumber.
  • (5) Sintesis penulis. Kalimat inilah yang membedakan kajian teori dari kumpulan kutipan.

Ayo Mencoba

Latihan 1 · Dituntun

Nilailah kredibilitas sumber berikut. Nomor 1 sudah dikerjakan.

Pilih jawaban pada kolom yang kosong.

No.SumberPenilaian
1Artikel jurnal pendidikan bahasa dengan nama penulis, tahun, dan daftar pustakaKredibel
2Unggahan akun anonim berjudul "Fakta Unik Bahasa Jawa"
3Data jumlah penduduk dari situs resmi BPS Kabupaten Sleman
4Blog pribadi tanpa nama penulis dan tanggal
5Buku terbitan Balai Bahasa tentang bahasa Jawa
6Pesan berantai di grup keluarga

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Mulailah dari pertanyaan "Siapa penulisnya?"

Petunjuk 2. Lembaga resmi seperti BPS dan Balai Bahasa termasuk penerbit yang dapat dipercaya.

Petunjuk 3. Sumber tanpa penulis dan tanpa tanggal hampir selalu tidak kredibel.

Latihan 2 · Didampingi

a. Parafrasekan kalimat berikut dan cantumkan sumbernya.

"Karya ilmiah berisi pembahasan masalah yang faktual, logis, dan objektif agar mudah dipahami" (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 233).

b. Susun data berikut menjadi daftar pustaka yang benar dan urut abjad. (Data latihan; buku dan penerbitnya rekaan.)

  • Penerbit: Penerbit Cahaya Ilmu; Judul: Menulis Karya Ilmiah untuk Remaja; Tahun: 2020; Penulis: Dewi Lestari Ananda; Kota: Jakarta.
  • Kota: Yogyakarta; Penulis: Bayu Saputra; Judul: Mengenal Tingkat Tutur Bahasa Jawa; Tahun: 2019; Penerbit: Pustaka Mataram.
  • Penulis: Rina Wulandari; Tahun: 2022; Judul artikel: Minat Baca Siswa SMA di Era Digital; Jurnal: Jurnal Literasi Remaja, Volume 4, Nomor 2, halaman 45–56.

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Saat memparafrasekan, ubah susunan kalimat tetapi pertahankan maknanya.

Petunjuk 2. Nama penulis dibalik: Dewi Lestari Ananda menjadi Ananda, Dewi Lestari.

Petunjuk 3. Urutkan berdasarkan nama belakang yang sudah dibalik: A, S, lalu W.

Latihan 3 · Mandiri

Kerjakan Langkah Proyek 5 di bawah.

Cocokkan jawabanmu
  • Latihan 1: 2 tidak kredibel, 3 kredibel, 4 tidak kredibel, 5 kredibel, 6 tidak kredibel.
  • Latihan 2a: Agar mudah dipahami, karya ilmiah membahas masalah berdasarkan fakta, secara masuk akal, dan tanpa dipengaruhi pandangan pribadi (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 233).
  • Latihan 2b:
    • Ananda, Dewi Lestari. (2020). Menulis Karya Ilmiah untuk Remaja. Jakarta: Penerbit Cahaya Ilmu.
    • Saputra, Bayu. (2019). Mengenal Tingkat Tutur Bahasa Jawa. Yogyakarta: Pustaka Mataram.
    • Wulandari, Rina. (2022). "Minat Baca Siswa SMA di Era Digital". Jurnal Literasi Remaja, 4(2), 45–56.

Ayo Berdiskusi

Berpasangan, saling periksa kartu kutipan: apakah setiap kutipan sudah bersumber lengkap dan setiap parafrase benar-benar berbeda kalimatnya dari aslinya?

Langkah Proyek 5: Kerangka dan Kajian Teori Karya Ilmiahku

(tersimpan di Jurnal Proyekku)

  1. Kerangka tulisan, meniru pola kerangka Laras
  2. Kartu kutipan untuk sedikitnya tiga sumber kredibel
SumberKutipan atau parafraseHalamanDipakai di bagian
  1. Dua paragraf kajian teori dengan pola empat langkah
  2. Daftar pustaka sementara

Rangkuman

Kerangka membuat tulisan sistematis dan menunjukkan sumber yang perlu dicari. Sumber yang kredibel memiliki penulis, tahun, penerbit, dan bukti yang jelas. Setiap kutipan wajib bersumber, dan semua sumber yang dikutip dicantumkan dalam daftar pustaka secara alfabetis.

Uji Pemahaman

1. Sumber yang paling kredibel untuk karya ilmiah adalah …

2. Penulisan daftar pustaka yang benar adalah …

3. Menulis ulang gagasan orang lain dengan kata-kata sendiri dan tetap mencantumkan sumbernya disebut …

Refleksi

  1. Bagaimana caramu memastikan informasi dari internet dapat dipercaya?
  2. Seberapa yakin kamu bisa mengutip tanpa plagiarisme?

Metode, Pengumpulan, dan Analisis Data

KB 6 dari 7Didampingi → MandiriWaktu: 2 JP + pengumpulan data

Tujuan

Setelah KB ini, kamu mampu memilih metode yang sesuai dengan rumusan masalah, menyusun instrumen sederhana, mengumpulkan data secara etis, mengolahnya menjadi persentase, dan menyajikannya dalam tabel atau diagram beserta narasinya.

Ayo Mengamati

Gurumu bertanya, "Siapa yang sarapan pagi ini?" Dari 32 siswa, 18 orang mengangkat tangan.

  1. Mana yang lebih mudah dipahami: "18 dari 32 siswa", "56,25% siswa", atau sebuah diagram?
  2. Apakah hasil itu pasti benar? Bagaimana jika ada siswa yang malu mengangkat tangan?

Pahami Konsep

Memilih metode

Metodologi penelitian berisi langkah atau prosedur penelitian: persiapan, penentuan sumber data, pengumpulan data, pengolahan, dan pelaporan (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 254). Metode yang dipilih bergantung pada rumusan masalahmu; tabel berikut membantumu memilih.

MetodeTujuanCocok untuk pertanyaanContoh topik
DeskriptifMenggambarkan fakta apa adanyaBagaimana …? Seberapa …? Faktor apa …?Tingkat penggunaan bahasa Jawa krama
EksperimenMelihat gejala setelah diberi perlakuanApakah ada perbedaan … setelah …?Konsentrasi membaca dengan dan tanpa iringan gamelan
Penelitian tindakan kelasMemperbaiki persoalan di kelas tertentuBagaimana … dapat meningkatkan …?Umumnya dilakukan guru
Studi pustakaMengkaji sumber tertulisBagaimana … dalam …?Nilai moral dalam legenda Roro Jonggrang

Data berupa angka disebut data kuantitatif; data berupa kata-kata, misalnya alasan dari wawancara, disebut data kualitatif.

Subjek penelitian

Tulis siapa yang kamu teliti, berapa jumlahnya, dan bagaimana memilihnya. Jika tidak bisa meneliti semua (populasi), pilih sebagian (sampel) yang mewakili, misalnya dua dari lima kelas XI.

Teknik pengumpulan data
TeknikKapan dipakaiInstrumenTips
ObservasiMengamati perilaku atau kondisi langsungLembar observasiTentukan waktu, tempat, dan hal yang diamati
AngketMengumpulkan jawaban banyak orangDaftar pertanyaanUji coba dulu pada 3–5 teman
WawancaraMenggali alasan secara mendalamPedoman wawancaraRekam atau catat dengan izin
Studi dokumenMemakai data tertulis yang sudah adaLembar pencatatanCatat sumber dokumen lengkap
Etika penelitian

Minta izin sekolah dan responden, jelaskan tujuanmu, jangan menulis nama responden tanpa persetujuannya, dan jangan memaksa orang mengisi angket. Yang terpenting: jangan pernah mengarang atau mengubah data.

Menyusun butir angket

Satu butir hanya menanyakan satu hal, bahasanya jelas, tidak menggiring, dan pilihan jawabannya lengkap.

Kurang baikMasalahnyaLebih baik
Kamu pasti sering pakai krama ke guru, kan?Menggiring, tidak bakuSeberapa sering kamu menggunakan bahasa Jawa krama saat berbicara dengan guru? (selalu/kadang-kadang/tidak pernah)
Apakah kamu sering membaca?Sering tidak terukurBerapa buku nonpelajaran yang kamu baca dalam sebulan terakhir? (0/1/2–3/lebih dari 3)
Mengolah dan menyajikan data

Hitung jumlah setiap jawaban, lalu ubah menjadi persentase.

P = f / N × 100%

P = persentase, f = jumlah jawaban pada satu pilihan, N = jumlah seluruh responden. Untuk data wawancara, kelompokkan jawaban yang mirip menjadi satu tema.

BentukCocok untukLetak judul
TabelAngka yang perlu dibaca tepatDi atas tabel
Diagram batangMembandingkan beberapa kategoriDi bawah gambar
Diagram lingkaranBagian dari keseluruhan (100%)Di bawah gambar
Grafik garisPerubahan dari waktu ke waktuDi bawah gambar

Narasi hasil tidak mengulang semua angka. Mulailah dengan kecenderungan utama, lalu sebutkan angka terpenting. Diagram bisa dibuat dengan Excel, Google Sheets, atau Canva.

Lihat Contohnya: Metode dan Hasil Laras

(Semua data rekaan.)

Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif (1). Subjek penelitian adalah 60 siswa kelas XI SMA Harapan Sleman dari dua kelas (2). Data dikumpulkan melalui angket tertutup berisi 10 butir dan wawancara dengan 5 siswa (3). Data angket diolah menjadi persentase, sedangkan data wawancara dikelompokkan berdasarkan kesamaan jawaban (4).

Catatan(1) metode · (2) subjek · (3) teknik pengumpulan data · (4) cara mengolah data.

Tabel 1. Tingkat Penggunaan Bahasa Jawa Krama oleh Siswa saat Berbicara dengan Guru (N = 60)

Pilihan jawabanJumlah siswaPersentase
Selalu2135,0%
Kadang-kadang2745,0%
Tidak pernah1220,0%
Jumlah60100%

Tabel 2. Alasan Siswa Tidak Selalu Menggunakan Bahasa Jawa Krama (n = 39)

AlasanJumlah siswaPersentase
Kurang menguasai kosakata krama2051,3%
Takut salah atau kurang percaya diri1230,8%
Terbiasa berbahasa Indonesia di rumah717,9%
Jumlah39100%

Narasi hasil. Tabel 1 menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Jawa krama oleh siswa saat berbicara dengan guru belum merata (5). Kelompok terbesar adalah siswa yang kadang-kadang menggunakannya (45,0%), sedangkan siswa yang selalu menggunakannya hanya 35,0%. Sementara itu, satu dari lima siswa (20,0%) tidak pernah menggunakan bahasa Jawa krama kepada guru.

Catatan
  • (5) Kalimat pertama menyatakan kecenderungan; angka dipakai sebagai bukti.
  • Tabel 2 hanya menghitung 39 siswa, yaitu yang menjawab kadang-kadang atau tidak pernah (27 + 12). Selalu periksa siapa saja yang dihitung.

Ayo Mencoba

Latihan 1 · Dituntun

Tentukan metode dan teknik pengumpulan data. Nomor 1 sudah dikerjakan.

No.Rumusan masalahMetodeTeknik
1Bagaimana kebiasaan siswa kelas XI dalam memilah sampah di kantin?DeskriptifObservasi dan angket
2Apakah ada perbedaan konsentrasi membaca antara siswa yang mendengarkan gamelan dan yang tidak?
3Bagaimana nilai moral dalam legenda Roro Jonggrang?
4Mengapa pelaku UMKM salak pondoh di Turi beralih ke pemasaran daring?

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Perhatikan kata tanyanya.

Petunjuk 2. Apakah ada perbedaan … antara … yang … dan yang tidak menunjukkan ada perlakuan yang dibandingkan.

Petunjuk 3. Legenda adalah sumber tertulis; mengapa tentang pelaku usaha memerlukan wawancara.

Latihan 2 · Didampingi

a. Perbaiki tiga butir angket ini.

  • "Apakah kamu tidak setuju bahwa kantin tidak bersih?"
  • "Berapa kali kamu sarapan seminggu dan apa menunya?"
  • "Pelayanan di koperasi sekolah sudah bagus, kan?"

b. Survei di satu kelas (N = 32): selalu sarapan 10 siswa, kadang-kadang 14 siswa, tidak pernah 8 siswa. Hitung persentasenya, lalu tulis narasinya.

PilihanJumlahPersentase
Selalu10
Kadang-kadang14
Tidak pernah8
Jumlah32100%

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Butir yang memuat dua kata tidak membingungkan; butir yang diakhiri kan? menggiring.

Petunjuk 2. Butir yang menanyakan dua hal dipecah menjadi dua butir.

Petunjuk 3. Contoh hitungan: 10 ÷ 32 × 100% = 31,25%. Jumlah semua persentase harus 100%.

Latihan 3 · Mandiri

Kerjakan Langkah Proyek 6 di bawah.

Cocokkan jawabanmu
  • Latihan 1: 2 eksperimen, tes membaca atau observasi; 3 studi pustaka, studi dokumen; 4 deskriptif kualitatif, wawancara.
  • Latihan 2a: Bagaimana penilaianmu terhadap kebersihan kantin? (sangat bersih/bersih/kurang bersih/tidak bersih); Berapa kali kamu sarapan dalam seminggu terakhir? dan Menu apa yang paling sering kamu makan saat sarapan?; Bagaimana penilaianmu terhadap pelayanan koperasi sekolah? (sangat baik/baik/kurang baik/tidak baik).
  • Latihan 2b: 31,25%; 43,75%; 25,0%. Narasi: "Tabel 3 menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan siswa belum baik. Kelompok terbesar adalah siswa yang kadang-kadang sarapan (43,75%), sedangkan siswa yang selalu sarapan hanya 31,25%. Sementara itu, seperempat siswa (25,0%) tidak pernah sarapan."

Langkah Proyek 6: Data Karya Ilmiahku

(tersimpan di Jurnal Proyekku)

Rangkuman

Metode dipilih sesuai rumusan masalah. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, wawancara, atau studi dokumen secara jujur dan etis, diolah menjadi persentase atau tema, lalu disajikan dalam tabel atau diagram dengan narasi tentang kecenderungan utamanya.

Uji Pemahaman

1. "Apakah ada perbedaan konsentrasi membaca antara siswa yang mendengarkan musik dan yang tidak?" paling cocok diteliti dengan metode …

2. Butir angket yang paling baik adalah …

3. Dari 40 responden, 12 orang menjawab "selalu". Persentasenya adalah …

Refleksi

  1. Apa kesulitan terbesarmu saat mengumpulkan data?
  2. Seberapa yakin kamu bisa mengolah data menjadi tabel dan narasi?

Menulis Utuh, Revisi, dan Presentasi

KB 7 dari 7MandiriWaktu: 4 JP + penyelesaian proyek

Tujuan

Setelah KB ini, kamu mampu menulis hasil dan pembahasan yang dikaitkan dengan teori, menulis simpulan, saran, dan abstrak, merevisi berdasarkan masukan, serta mempresentasikan karya ilmiahmu.

Ayo Mengamati

Dalam artikel terumbu karang Teluk Ambon di buku teks, penulis tidak berhenti pada angka tutupan karang. Ia menjelaskan bahwa tutupan karang menurun di stasiun yang aktivitas pembangunannya tinggi dan meningkat di stasiun yang aktivitasnya rendah (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 215). Menjelaskan makna di balik angka itulah tugas pembahasan.

  1. Apa bedanya menyebut angka dengan menjelaskan makna angka itu?
  2. Pernahkah kamu menonton presentasi yang pembicaranya hanya membaca layar? Bagaimana rasanya?

Pahami Konsep

Pola 4K untuk pembahasan

Pembahasan menjelaskan makna yang terungkap dari hasil dan membandingkannya dengan teori yang berlaku di kalangan ilmuwan (Muchlisin, 2018, dalam Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 254).

  1. Kemukakan temuan utama beserta angkanya.
  2. Kupas maknanya.
  3. Kaitkan dengan teori, penelitian terdahulu, atau data wawancara.
  4. Konsekuensi: sampaikan implikasinya bagi pihak terkait.
Simpulan bukan ringkasan

Simpulan harus mengacu pada tujuan penelitian dan menjawabnya dengan tegas. Hasil disampaikan apa adanya, meskipun tidak sesuai dengan hipotesis awal. Saran berisi pandangan penulis tentang dampak dan kegunaan hasil penelitian bagi ilmu pengetahuan dan pengambilan kebijakan (Muchlisin, 2018, dalam Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 254–255).

RingkasanSimpulan
Mengulang isi tulisan secara singkatMemberi makna dan menjawab rumusan masalah
Banyak angka dan rincianHanya angka kunci
Mengikuti urutan babMengikuti urutan rumusan masalah
Abstrak dan bagian pelengkap

Abstrak ditulis paling akhir, satu paragraf sekitar 150–200 kata, berisi tujuan, metode, hasil utama, dan simpulan, diikuti 3–5 kata kunci. Lengkapi pula halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar pustaka, dan lampiran.

Merevisi dengan silang baca

Setelah menyelesaikan setiap bagian, lakukan swasunting: baca ulang setiap paragraf untuk memeriksa kata, tanda baca, dan hubungan antarparagraf. Lakukan suntingan ulang setelah 24 jam agar penilaianmu lebih segar dan objektif (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 265–266). Membaca silang dengan teman membantumu melihat hal yang terlewat (hlm. 267). Beri masukan dengan pola Puji–Tanya–Saran: satu hal yang sudah baik, satu pertanyaan, dan satu saran yang spesifik.

Mempresentasikan

Karya ilmiah biasanya disajikan dalam seminar dengan salindia dari aplikasi presentasi. Setiap salindia harus jelas, ringkas, logis, dan fokus pada satu pesan, dengan huruf yang terbaca dari bangku paling belakang. Buatlah salindia yang sederhana dengan komposisi warna yang baik, dan susun alur paparan secara logis dan sistematis (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 269–271).

Saat presentasi, jangan membacakan salindia; jelaskan dengan bahasa baku yang mudah dipahami dan tampilkan tabel atau grafik hasilmu. Jika ditanya tentang hal yang belum kamu teliti, akui dengan jujur dan jadikan saran penelitian lanjutan. Buku teks menetapkan paparan kelompok paling lama 30 menit dengan 10 menit tanya jawab (hlm. 272); untuk presentasi individu, ikuti durasi yang ditentukan guru.

Video: "Presentasi Karya Ilmiah dalam 5 Menit" (4–5 menit): contoh presentasi siswa dan sesi tanya jawab.

Lihat Contohnya: Pembahasan, Simpulan, dan Abstrak Laras

(Data rekaan; rujukan perlu dicek ke sumber asli.)

Pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan terbanyak siswa tidak selalu menggunakan bahasa Jawa krama adalah kurangnya penguasaan kosakata krama (51,3%) (1). Artinya, sebagian besar siswa tidak menolak menggunakan krama, tetapi belum memiliki bekal kosakata yang cukup (2). Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa krama memiliki kosakata khusus yang berbeda dari ngoko (Poedjosoedarmo, 1979), sehingga perlu dipelajari secara sengaja. Hasil wawancara memperkuatnya: tiga dari lima siswa menyatakan hanya menggunakan bahasa Jawa ngoko di rumah (3). Dengan demikian, upaya meningkatkan penggunaan krama di sekolah perlu diawali latihan kosakata krama yang sering dipakai dalam percakapan dengan guru (4).

Catatan(1) Kemukakan · (2) Kupas · (3) Kaitkan · (4) Konsekuensi.

Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan dua hal. Pertama, penggunaan bahasa Jawa krama oleh siswa kelas XI SMA Harapan Sleman saat berbicara dengan guru belum merata; hanya 35,0% siswa yang selalu menggunakannya (5). Kedua, faktor utamanya adalah kurangnya penguasaan kosakata krama, diikuti rasa takut salah dan kebiasaan berbahasa Indonesia di rumah (6).

Catatan(5) menjawab rumusan masalah 1 · (6) menjawab rumusan masalah 2.

Saran. Guru Bahasa Jawa disarankan memberikan latihan kosakata krama yang berkaitan dengan percakapan sehari-hari di sekolah. Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh latihan tersebut terhadap kepercayaan diri siswa.

Abstrak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat penggunaan bahasa Jawa krama oleh siswa saat berbicara dengan guru serta faktor penyebab siswa tidak selalu menggunakannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek 60 siswa kelas XI SMA Harapan Sleman. Data dikumpulkan melalui angket dan wawancara, lalu diolah menjadi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35,0% siswa selalu, 45,0% kadang-kadang, dan 20,0% tidak pernah menggunakan bahasa Jawa krama kepada guru. Alasan utamanya adalah kurangnya penguasaan kosakata krama (51,3%). Dengan demikian, penggunaan bahasa Jawa krama di kalangan siswa belum merata dan perlu didukung latihan kosakata krama yang kontekstual.

Kata kunci: bahasa Jawa krama, tingkat tutur, siswa SMA, komunikasi siswa–guru

Ayo Mencoba

Latihan 1 · Didampingi (latihan terakhir dengan petunjuk)

Mana yang simpulan dan mana yang ringkasan?

  • Teks A: "Penelitian ini dilakukan pada 32 siswa dengan angket. Sebanyak 10 siswa selalu sarapan, 14 kadang-kadang, dan 8 tidak pernah. Diagram 1 menyajikan data tersebut."
  • Teks B: "Kebiasaan sarapan siswa kelas XI belum baik karena kurang dari sepertiga siswa yang selalu sarapan. Penyebab utamanya adalah bangun kesiangan."

Kotak Bantuan: buka hanya jika macet, mulai dari Petunjuk 1.

Petunjuk 1. Simpulan memberi makna; ringkasan hanya mengulang.

Petunjuk 2. Cari kata penilaian seperti belum baik.

Petunjuk 3. Teks yang menyebut penyebab utama sedang menjawab rumusan masalah.

Latihan 2 · Mandiri

Kerjakan Langkah Proyek 7. Pada tahap ini Kotak Bantuan diganti Daftar Periksa Akhir. Jika masih macet, diskusikan dengan guru.

Cocokkan jawabanmu

Teks A adalah ringkasan karena hanya mengulang prosedur dan angka. Teks B adalah simpulan karena memberi makna dan menyebut penyebab utama.

Langkah Proyek 7: Karya Ilmiahku Utuh

(tersimpan di Jurnal Proyekku)

  1. Hasil dan pembahasan untuk setiap rumusan masalah, dengan pola 4K
  2. Simpulan dan saran
  3. Abstrak dan kata kunci
  4. Halaman judul, kata pengantar, daftar isi, daftar pustaka, dan lampiran
  5. Silang baca dengan seorang teman
  6. Revisi dan Jejak Revisi
  7. Presentasi dan penilaian paparan teman

Format silang baca

AspekPujiTanyaSaran
Daya tarik topik
Ketepatan struktur
Benang merah rumusan masalah, tujuan, simpulan
Kekuatan data dan argumen
Ketepatan kutipan dan daftar pustaka
Kebakuan bahasa
Keefektifan kalimat
Ejaan dan tanda baca

Jejak Revisi

BagianMasukan dariPerubahan yang kulakukanAlasan

Penilaian paparan teman (diringkas dari rubrik paparan buku teks, hlm. 272–273; skor 5 = sangat setuju sampai 1 = tidak setuju)

PernyataanSkor (5–1)Alasan dan bukti
Paparan memenuhi sistematika karya ilmiah
Judul ditulis dengan benar dan menarik
Salindia sederhana, menarik, dan warnanya serasi
Setiap salindia fokus pada satu pesan
Kalimat dan frasa ringkas dan mudah dipahami
Huruf terbaca dari bagian belakang
Durasi sesuai ketentuan
Pertanyaan dijawab dengan jelas

Daftar Periksa Akhir

Kumpulkan tugas Kumpulkan karya ilmiah final dan salindia presentasimu.

Rangkuman

Pembahasan yang tajam mengikuti pola 4K. Simpulan menjawab rumusan masalah, sedangkan saran lahir dari implikasinya. Revisi dilakukan dari isi hingga ejaan, dan presentasi disampaikan dengan kata kunci, bukan dibacakan.

Uji Pemahaman

1. Simpulan karya ilmiah yang tepat adalah simpulan yang …

2. Pola 4K dalam pembahasan secara berurutan adalah …

3. Saat ditanya tentang hal yang belum ia teliti, pemakalah sebaiknya …

Refleksi

  1. Bagian mana dari karya ilmiahmu yang paling kamu banggakan?
  2. Seberapa yakin kamu bisa menulis karya ilmiah sendiri sekarang?

Jurnal Proyekku

Di halaman ini, semua Langkah Proyek yang kamu kerjakan di KB 1–7 terkumpul menjadi satu karya ilmiah. Isilah bagian yang sesuai setiap kali kamu menyelesaikan satu KB.

Buat salinan templat (Google Docs)

Identitas

NamaKelasSekolahGuru pembimbing

Langkah 1 · Daftar Rasa Ingin Tahu (dari KB 1)

No.Fenomena yang kuamatiDi mana?Mengapa menarik bagiku?
1
2
3

Fenomena yang kupilih untuk diteliti:

Langkah 2 · Peta Bagian Artikel (dari KB 2)

BagianRingkasan satu kalimat
Judul dan penulis
Tujuan
Metode
Hasil utama
Simpulan

Langkah 3 · Daftar Periksa Bahasa Ilmiahku (dari KB 3)

Dua kesalahan yang paling sering kubuat:

Langkah 4 · Pendahuluan (dari KB 4)

Judul sementara:

Latar belakang

Ingat empat gerakan: kondisi ideal → kenyataan → kesenjangan → pentingnya penelitian.

Rumusan masalah

Tujuan penelitian

Manfaat penelitian

Persetujuan guru: disetujui · tanggal

Langkah 5 · Kerangka dan Kajian Teori (dari KB 5)

Kerangka tulisan

Kartu kutipan

SumberKutipan atau parafraseHalamanDipakai di bagian

Kajian teori

Ingat pola: kalimat pokok → pendapat ahli → pembanding → sintesis penulis.

Langkah 6 · Metode dan Data (dari KB 6)

Metode penelitian

Sebutkan: jenis penelitian, subjek dan jumlahnya, teknik dan instrumen, cara mengolah data.

Instrumen Kumpulkan tugas

Tabel atau diagram hasil Kumpulkan tugas

Langkah 7 · Hasil, Pembahasan, Simpulan, dan Abstrak (dari KB 7)

Hasil dan pembahasan

Pola 4K: kemukakan → kupas → kaitkan → konsekuensi.

Simpulan

Saran

Abstrak dan kata kunci

Daftar pustaka

Jejak Revisi

BagianMasukan dariPerubahan yang kulakukanAlasan

Susunan Akhir Karya Ilmiahmu

Saat mengumpulkan, susun isian di atas dalam urutan berikut: halaman judul → kata pengantar → daftar isi → abstrak → pendahuluan → kajian teori → metode → hasil dan pembahasan → simpulan dan saran → daftar pustaka → lampiran (instrumen dan rekap data).

Kumpulkan tugas Kumpulkan karya ilmiah final.

Evaluasi Akhir

Halaman ini berisi Tes Awal Menulis (dikerjakan sebelum KB 1), soal uraian, pengumpulan karya ilmiah, Tes Akhir Menulis, dan refleksi akhir.

Tes Awal Menulis

Kerjakan sebelum mulai KB 1. Waktu: 2 × 45 menit.

Sebuah survei terhadap 40 siswa kelas XI di SMA X menghasilkan data berikut. (Data rekaan.)

Tabel A. Jumlah Buku Nonpelajaran yang Dibaca Siswa dalam Sebulan Terakhir (N = 40)

Jumlah bukuJumlah siswa
018
112
2–37
Lebih dari 33

Tabel B. Alasan Siswa Jarang Membaca (n = 30, siswa yang membaca 0–1 buku)

AlasanJumlah siswa
Lebih suka membuka media sosial14
Tidak punya buku yang menarik9
Sibuk dengan tugas sekolah7

Bahan kutipan: Buku teks utama disebut sebagai "salah satu sarana membangun dan meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia" (Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. iii).

Tugas: Tulislah karya ilmiah singkat (400–600 kata) berdasarkan data dan bahan kutipan di atas. Tulisanmu harus memuat judul, pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, tujuan), metode singkat, hasil dan pembahasan (sertakan sedikitnya satu tabel dengan persentase), simpulan dan saran, serta daftar pustaka.

Soal Uraian

Kerjakan setelah KB 7.

  1. Jelaskan perbedaan simpulan dan ringkasan. Berikan contoh singkat masing-masing berdasarkan penelitian rekaan tentang kebiasaan sarapan siswa.
  2. Sunting paragraf berikut menjadi paragraf ilmiah: "Menurutku sampah di sungai dekat rumahku udah parah banget. Kayaknya warga gak peduli sama lingkungan. Pokoknya pemerintah harus turun tangan!"
  3. Tulis satu rumusan masalah dari lingkungan sekitarmu. Tentukan tujuan, metode, dan teknik pengumpulan data yang sesuai, lalu jelaskan alasanmu.

Pengumpulan Karya Ilmiah

Kumpulkan karya ilmiah final dari Jurnal Proyekku beserta salindia presentasimu. Kumpulkan tugas

Apa yang dinilai dari karya ilmiahmu?

AspekYang diharapkan
Topik dan rumusan masalahTopik dari lingkunganmu sendiri, terbatas, dan dapat diteliti
Sistematika dan benang merahBagian lengkap; rumusan masalah, tujuan, dan simpulan saling cocok
Kajian teori dan sumberSedikitnya tiga sumber kredibel, kutipan benar, ada sintesis
Metode dan dataMetode sesuai; data asli diolah dengan benar
Hasil dan pembahasanTabel atau diagram dinarasikan; pembahasan memakai pola 4K
Simpulan dan saranMenjawab rumusan masalah; saran spesifik
Kebahasaan dan ejaanImpersonal, baku, denotatif
Proses revisiJejak Revisi lengkap

Presentasimu dinilai dari penguasaan isi, kejelasan penyampaian (tidak membaca), kualitas salindia, dan caramu menanggapi pertanyaan.

Tes Akhir Menulis

Kerjakan setelah KB 7. Waktu: 2 × 45 menit.

Sebuah survei terhadap 40 siswa kelas XI di SMA X menghasilkan data berikut. (Data rekaan.)

Tabel A. Penggunaan Bahasa Tidak Baku saat Menulis Pesan di Grup Kelas (N = 40)

PilihanJumlah siswa
Selalu17
Kadang-kadang16
Tidak pernah7

Tabel B. Alasan Siswa Menggunakan Bahasa Tidak Baku (n = 33, siswa yang menjawab selalu atau kadang-kadang)

AlasanJumlah siswa
Lebih cepat mengetik15
Sudah menjadi kebiasaan11
Takut terlihat kaku7

Bahan kutipan: Bahasa tulis ilmiah digunakan "untuk menyampaikan gagasan ilmiah secara jelas dan akurat" (Tanjung, 2015, dalam Waskitaningtyas & Marwati, 2024, hlm. 257).

Tugas: Tulislah karya ilmiah singkat (400–600 kata) berdasarkan data dan bahan kutipan di atas. Tulisanmu harus memuat judul, pendahuluan (latar belakang, rumusan masalah, tujuan), metode singkat, hasil dan pembahasan (sertakan sedikitnya satu tabel dengan persentase), simpulan dan saran, serta daftar pustaka.

Refleksi Akhir Modul

Beri tanda sesuai kemampuanmu sekarang.

Aku mampu …BelumSebagianSudah
menjelaskan pengertian dan ciri karya ilmiah
menjelaskan sistematika karya ilmiah
menggunakan bahasa ilmiah
menemukan topik dan merumuskan masalah
mengutip dan menyusun daftar pustaka
mengumpulkan dan mengolah data
menulis pembahasan, simpulan, dan abstrak
merevisi berdasarkan masukan
mempresentasikan karya ilmiah
  1. Bandingkan jumlah petunjuk yang kamu buka di KB 1 dan KB 6. Apa artinya bagimu?
  2. Jika meneliti lagi, apa yang akan kamu lakukan secara berbeda?
  3. Apa yang paling membantumu dari website ini, dan apa yang perlu diperbaiki?

Selesai, kembali ke Beranda

Glosarium dan Daftar Pustaka

Glosarium

IstilahArti
AbstrakRingkasan satu paragraf berisi tujuan, metode, hasil, dan simpulan karya ilmiah
AngketDaftar pertanyaan tertulis untuk dijawab responden
Daftar pustakaDaftar semua sumber yang dikutip, disusun alfabetis
Data kualitatifData berupa kata-kata, misalnya jawaban wawancara
Data kuantitatifData berupa angka, misalnya jumlah atau persentase
DenotatifMakna sebenarnya, tanpa tambahan perasaan
HipotesisDugaan sementara atas jawaban rumusan masalah
InstrumenAlat pengumpul data, seperti angket, pedoman wawancara, atau lembar observasi
Kajian teoriBagian yang memuat teori dan penelitian terdahulu yang relevan
KonotatifMakna tambahan yang muncul dari perasaan atau pikiran seseorang
Kutipan langsungKata-kata asli dari sumber, ditulis dengan tanda petik dan sumbernya
Metode penelitianProsedur penelitian dari persiapan hingga pelaporan
ObservasiPengamatan langsung terhadap perilaku atau kondisi
ParafraseGagasan orang lain yang ditulis ulang dengan kata-kata sendiri, disertai sumbernya
Perancah (scaffolding)Bantuan belajar bertahap yang dikurangi ketika kamu sudah mampu mandiri
PlagiarismeMengakui karya atau gagasan orang lain sebagai milik sendiri
PopulasiSeluruh kelompok yang menjadi sasaran penelitian
RespondenOrang yang memberikan jawaban dalam penelitian
Rumusan masalahPertanyaan penelitian yang akan dijawab dengan data
SalindiaHalaman presentasi (slide)
SampelSebagian anggota populasi yang diteliti
SimpulanMakna hasil penelitian yang menjawab rumusan masalah
SintesisGabungan beberapa pendapat menjadi pandangan penulis sendiri
WawancaraTanya jawab langsung untuk menggali informasi

Daftar Pustaka

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2022). Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi V. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (t.t.). "Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring". Diakses dari https://kbbi.kemdikbud.go.id pada [tanggal akses].

Laba, I Nengah & Ni Made Rinayanthi. (2018). Buku Ajar Bahasa Indonesia Berbasis Karya Tulis Ilmiah. Yogyakarta: Deepublish.

Muchlisin, Z. A. (2018). Kiat Menulis Artikel Ilmiah Jurnal Nasional dan Internasional. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.

Poedjosoedarmo, Soepomo, dkk. (1979). Tingkat Tutur Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Waskitaningtyas, K. & Heny Marwati. (2024). Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI (Edisi Revisi). Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Ruang Guru

Halaman khusus guru. Masukkan kata sandi untuk membuka.

Modul Ajar (untuk Guru)

Halaman khusus guru. Masukkan kata sandi untuk membuka.

Sebelum mulai, isi identitasmu

Identitas dipakai untuk menamai file jawabanmu dan, jika guru mengaktifkannya, untuk mencatat kemajuan belajar.

Kemajuanku